Sebuah artikel review menurut christkaizen.com, yang bersumber dari : https://www.aihr.com/blog/hr-trends/

Menurut Academy to Inovative HR, ada 11 trend dalam dunia Human Capital yang diidentifikasi dapat menangkap disrupsi perubahan teknologi informasi dan digitalisasi, diantaranya adalah:
Sebaiknya untuk memperjalas 11 trend dan memperdalam benang merah didalamnya, disarankan untuk membaca artikelnya secara lengkap. Kali ini christkaizen.com akan membahas poin 8, karena ada perubahan unik yang terjadi didalamnya.
Karena penulis tergolong tipe orang yang visual, maka tertangkap mata visualisasi yang menarik dari ilustrasi diagram sbb:

dari ilustrasi tersebut dapat tergambarkan, bahwa makin berkurangnya pekerjaan administratif yang dilakukan saat ini di masa yang akan datang, dan meluasnya pekerjaan yang bersifat taktis, dan melebarnya hal-hal strategis yang akan mendukung pekerjaan bagian HR yang lebih berimpact melalui kolaborasi, peningkatan skill, ketersediaan sumber daya.
Dalam dunia HR, strategi memang penting dan itu menjadi poros perubahan. Akan tetapi strategi yang jitu, canggih, dan luar biasa, tidak akan ada artinya tanpa eksekusi. Tim HR yang taktis akan membawa strategi menjadi hidup dan bertransformasi menjadi aktivitas-aktivitas yang membuahkan hasil dan memastikan kesuksesan inisiatif dan ide-ide perubahan tercapai untuk semua orang
Hal-hal yang bersifat administrasi di HR merupakan faktor pendukung dan sangat bisa disubstitusi dengan digitalisasi. Perlunya perubahan kondisi saat ini ke arah Digital HR, dapat mengakselerasi eksekusi program dan merealisasikan hasil yang diharapkan, serta evaluasi ataupun tindaklanjut yang perlu dilakukan dalam melakukan perbaikan. Administrasi manual dan birokrasi yang penjang dengan korespondensi hitam di atas putih atau istilah “tanda tangan basah” sudah harus mulai dirubah dengan cara baru yang lebih cepat, tepat teknologi, serta antisipatif terhadap resiko digitalisasi
Timbul pertanyaan, Apakah pekerjaan admin atau staff akan hilang? Tidak hilang, tapi mengalami transisi sebagai operator digital, dan harus bertransformasi secara revolusioner ke arah yang lebih taktis dalam melaksanakan aktivitas yang selaras dengan strategi. Hal ini, membutuhkan effort dalam upgrading competency. Peningkatan skill baik teknis maupun soft skill dalam hal berpikir kritis, analitis, taktis, dan konseptual sangat dibutuhkan untuk mengupgrade para pelaku administratif, menjadi profesional administratif serta eksekutor taktis yang potensial dalam pencapaian hasil yang lebih berimpact
Menuju ke perubahan yang signifikan terhadap bisnis, praktisi HR harus terlibat dalam proses bisnis dan peningkatan value. HR tidak berdiri sendiri sebagai regulator, tapi sebagai pelaku bisnis “part of business”. Perlu adanya transformasi aktivitas HR, dari hal-hal yang sifatnya menjaga sekedar siklus hidup seseorang dalam perusahaan, menjadi HR yang solutif dan terintegrasi dalam proses bisnis utama dalam sebuah perusahaan
Praktisi HR juga harus menjadi ahli dalam bisnis, dalam beberapa cara diantaranya:
Dengan perubahan Trend HR ini, maka transformasi adalah harga mati. Tinggalkan mindset pekerjaan HR tradisional, yang sifatnya ahli dalam fungsi tertentu saja. Saatnya menjadi HR Champion dan Business Partner, atau Expert dalam Satu Fungsi yang berimpact Signifikan dalam bisnis. Sudah saatnya kita semua mengupgrade skill, memiliki value dan kemampuan untuk terlibat dalam bisnis.
Oleh karena itu, Marilah kita sebagai praktisi HR untuk belajar menjadi “CEO” kecil yang tidak hanya mengelola pekerjaan, tapi untuk mengelola bisnis
Salam Sukses dan Perubahan
Christkaizen.com 2025
