Human Capital Development, Management, New Article, Social Interests, Training & Development

Getting The Right People on The Right Place (Talent Management Review) – Bagian Pertama

Ingin buka tabungan online – disini tempatnya
Bank Sinarmas, Buka tabungan via online

Apakah anda pernah membayangkan ketika salah satu super hero melawan sekelompok super hero lainnya, misalnya Iron Man melawan Hulk+Thor+Captain America+Spiderman? Sudah bisa ditebak siapa yang menang? Atau mungkin anda pernah menyaksikan film dimana jagoannya bisa melawan semua musuh-musuhnya sekaligus? Memang di dalam film, anything can happen. Bagaimana di Real Life atau Real Job?

Pernahkah anda berjumpa dengan “Super Hero” di dalam pekerjaan? “Super Hero” yang dimaksud adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus untuk menyelesaikan sebuah bahkan banyak pekerjaan dengan hasil yang luar biasa. Mungkin saja, kita pernah menjumpai orang-orang yang menjadi “Super Hero” dalam pekerjaannya, dan orang-orang inilah yang biasa kita sebut Talent.

Apakah Talent dijadikan atau dilahirkan?????

Talent People ini biasanya kita perlakukan secara khusus,. Perlakuan khusus ini bisa saja berupa gaji, benefit, training dan pengembangan, dan hal-hal lain yang diberikan secara spesial. Tentu saja berbeda dengan rekan-rekan kerja lainnya, yang performance/kinerja biasa-biasa saja. Talent seharusnya bisa dari golongan apa saja, semua level. Tidak hanya di level tertentu saja. Tentu saja, saya menulis ini karena menurut saya seorang Talent bukanlah seorang Super Hero sejati, kemampuan lebih memang mungkin, karena pada hakikatnya pencapaian seorang talent dari sisi performance yang luar biasa tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terlebih lagi anggota timnya.

Mungkin tulisan saya ini banyak kontranya, karena menurut saya, sekumpulan talent letaknya di level yang paling bawah. Adanya talent-talent di level tersebut dengan populasi yang banyak, maka dapatlah dibentuk “300 man’ yang benar-benar super. Setelah dibentuk “300 man” talent, barulah dipilih 1 orang talent leader atas “300 man”. Itulah Talent Team.

Menurut Berger, Talent memegang peranan dalam posisi kunci (Key Position); Posisi kunci ini tentu saja bersifat immediacy, unik, demand, strategic impact, dan basic. Saya setuju tidak semua posisi dalam pekerjaan harus dipegang oleh talent, akan tetapi akan lebih baik ketika di semua posisi terdapat talent. Memang akan menjadi sebuah tantangan dalam membentuk sebuah talent pool atau retaining talent atau talent acquisition.

Biasanya organisasi/perusahaan akan menentukan key position dan dihadapkan kepada banyak persepsi apakah sebuah posisi itu key atau bukan. Buat saya bukan dari pentingnya sebuah posisi tetapi semua posisi yang ada mempunyai peran dalam organisasi adalah key, yang jadi catatan : tepatkah orang tersebut ada di posisi tersebut (the right man on the right place). Rumusnya;

Talent = The Right Man on The Right Place on The Right Time on The Right Competencies, etc.

Talent itu sebenarnya sudah ada atau belum?

Talent, dicari, didapat, ditawar, atau dibentuk? Situasi dan kondisi yang akan menentukan pilihan cara untuk mendapatkan talent. Kombinasi dari pilihan cara tersebut bisa mencapai target talent yang ditentukan. Ketika rekrutmen mendapatkan orang yang cocok di sebuah posisi, apakah itu seharusnya sudah the rigth man on the right place. Merekrut juga merupakan sebuah tantangan tersendiri, apalagi dengan branding organisasi yang kurang dikenal.

Talent itu sendiri juga mencari, menawar, dan membentuk dirinya sendiri. Talent mencari tempat yang bagus, yang menawarkan harga yang sesuai, dengan pilihan pengembangan yang banyak. So rumusnya:

Searching Talent = Building Organization Branding;  Branding Talent semakin turun = Jumlah Talent semakin minim

This is Christkaizen says “If Your Brand Image is Good in Every Aspect, Everybody will Close to You”

Jangan harap dapat talent tanpa adanya usaha meningkatkan brand image

Membentuk talent merupakan tantangan tersendiri. Menurut saya semua orang yang telah diseleksi dan mengisi sebuah posisi di dalam organisasi/perusahaan, bahkan telah memberikan kontribusi positif adalah kandidat-kandidat talent yang potensial. Mengapa banyak orang di dalamnya tidak menjadi talent, karena organisasi/perusahaan itu kurang membentuk (treatment) ke arah talent. Adapun setelah proses mapping atau assesment ternyata ada orang-orang yang masuk dalam kategori talent, hal tersebut hanya sekedar keunggulan kompetensi saja, menurut saya bukan talent. Karena kompetensinya unggul jadi masuk ke talent. Hal tersebut sah-sah saja. Kalau saya sebagai Pemilik Bisnis (Bussiness Owner), keunggulan kompetensi tidak cukup, kinerja dan kontribusi yang unggul juga merupakan kategori penentuan talent. Organisasi/Perusahaan yang hanya mengandalkan kompetensi sebagai dasar penentuan talent, pastinya jarang sekali adanya program pengembangan individu, dan biasanya belum mempunyai strategi, cara atau prosedur bisnis yang pas.

Memangnya harus ada talent di sebuah organisasi/perusahaan? Kalau tidak, apakah salah? Kalau ada, apakah konsekuensinya? Ketika talent ada karena sebuah pengkategorian yang salah atau kurang pas maka berpotensi overself prize (merasa diri berharga). Hal ini justru menjadi tidak baik, cenderung terjadi tuntutan.

Menurut saya talent dapat dimunculkan dan dibentuk dari kandidat potential di semua level dan posisi. Perlu usaha lebih dalam memunculkan dan membentuk orang. Tetapi hal ini lebih memberikan real impact, terutama dalam hal peningkatan knowledge dan skill, serta pembentukan karakter. Hal ini penting ketika target menjadi terus meningkat, maka diperlukan kemampuan yang lebih dari setiap individu untuk berkontribusi lebih banyak. Ketika pembekalan seorang individu tersebut sukses dengan hasil sesuai yang ditargetkan maka sudah pasti dia talent.

Contoh kongkret: Kopassus mempunyai tentara-tentara berbakat, berkemampuan khusus (kategori talent), tetapi apakah tentara-tentara dalam kopassus dicari dari luar ketentaraan. Pastinya hanya prajurit-prajurit TNI yang terseleksi dapat menjadi anggota Kopassus. Artinya pembentukan talent berasal dari internal organisasi TNI bukan rekrut dari luar.

Tidak Percaya, Coba Saja………………………………………..

Berikutnya saya akan membahas tentang Retaining Talent…to be continued

Christkaizen 2017

Advertisements

About christkaizen

change never happen without action

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

logo-komunitas-blogger-indonesia-border-hitam

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,110 other followers

MASYARAKAT PECINTA ALAM -BEKASI ADVENTURE TEAM (MPA-BAT)

Suka adventure, travelling, outdoor activity, disinilah tempatnya

Bekasi Adventure Team

Nunchaku Community -komunitas internasional nunchaku freestyler

TWEET ME

Picture Of The Week

Jpeg

Belanja Produk Fesyen – Klik Link Di Bawah ini

%d bloggers like this: