Articles, Human Capital Development, Management

Change Agent bukan role utama Karyawan HR dalam Organisasi (kontra teori Dave Ulrich tentang HR Roles)

Menurut Dave Ulrich (salah satu guru besar HR dan penulis buku), peran besar HR dalam organisasi ada 4 hal yaitu:

  1. Strategic Partner
  2. Administrative Expert
  3. Employee Champion
  4. Change Agent

Untuk nomer 1 sd 3 sampai dengan saat ini saya masih sejalan dengan pemikiran si Ulrich ini. Akan tetapi untuk yang no. 4 HR sebagai Change Agent, saya masih menemukan hal yang belum sejalan. Mungkin sebagai individu Change Agent bermanfaat bagi pengembangan diri. Tetapi di dunia kerja/ di perusahaan, hal ini bukan menjadi hal yang utama bagi seorang Karyawan HR.

Hal yang disampaikan Ulrich bisa menjadi beban bagi Karyawan di bagian HR, yang bervariasi latar belakang dan fungsinya dalam organisasi. Hal tersebut juga menjadi trigger bagi bara pengikut Ulrich (pembaca bukunya), menuntut perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi merupakan tanggung jawab orang-orang bagian HR. Banyak orang, pemilik perusahaan, atau bahkan praktisi HR itu sendiri yang terprovokasi oleh pernyataan Ulrich ini. Menurut saya pelaku utama Change Agent dalam organisasi adalah manajemen, CEO, dan pemilik Organisasi/Perusahaan bukan HR. Akibat teori Ulrich ini, juga banyak persepsi perubahan organisasi akibat ulah orang-orang HR, baik yang enak maupun yang tidak enak bagi seluruh Karyawan, padahal otoritas perubahan sepenuhnya adalah milik manajemen dan pimpinan organisasi

Change Agent adalah milik dan tanggung jawab semua orang, bukan hanya di HR. Semua orang bisa menjadi agen perubahan buat organisasi dan dirinya sendiri. Dalam organisasi juga harus memperhatikan faktor birokrasi terhadap agen perubahan ini. Karena tidak setiap perubahan disetujui oleh pemilik atau manajemen organisasi.

Ulrich menekankan pemicu perubahan adalah dari HR. HR yang mana dulu? untuk manajer HR atau Direktur HR mungkin menjadi sebuah role utama dan menjadi sebuah kewajiban/keharusan. Bagi karyawan HR lainnya ini, agen perubahan bukan hal utama. Karyawan HR juga harus melakukan aktivitas rutin dan fungsi-fungsi HR dalam operasional organisasi.

Kalau kita berbicara HR, maka harus tahu konteksnya dulu, HR secara global atau hanya para pimpinan di HR atau praktisi HR. Di organisasi fungsi HR sangat banyak, sebagai contoh ada organisasi yang mempunyai fungsi HR sebagai pengaman, OB, bahkan petugas kebersihan. Ulrich berbicara hanya sebagai ahli di bidangnya dan menganggap HR merupakan top model dalam organisasi. Mungkin di dunia Ulrich di Amerika sana, hal tersebut sangat memungkinkan. Tapi di Indonesia ini, Karyawan HR masih sebagai pekerja, masih memenuhi kebutuhan psikis di dasar segitiga Maslow.

Buat saya sangatlah tidak bijak kalau kita menelan mentah-mentah teori si Ulrich ini dan menerapkannya dalam sebuah kebijakan organisasi. Tapi saya mendorong kepada persepsi bahwa semua orang HR bahkan Karyawan adalah penjaga dari kontinuitas perubahan atau bahasa kerennya AGENT OF CONTINUITY. Biarlah agent of change dimulai dari para pelaku bisnis dan petinggi-petinggi organisasi yang masih mementingkan birokrasi.

Sangatlah sulit ketika seorang OB menjadi agent of change kebersihan ketika seorang direksi membuang puntung rokok sembarangan. Dan sangatlah sulit ketika seorang Recruiter merekomendasikan kandidat berpengalaman di pabrik tapi berlatar belakang pertanian untuk menjadi manajer pabrik. Dan sangat tidak mungkin ketika seorang HR Knowledge Management mengusulkan dibuatnya portal HR, tetapi manajemen tidak menyetujuinya.

HR Sebagai Agent Kontinuitas, saya rasa lebih pas. Ketika ada perubahan-perubahan organisasi disinilah HR berperan dalam menyelamatkan penerapan perubahan tersebut kepada Karyawan, Sebagai agen kontinuitas, seluruh Karyawan HR harus siap menjadi penyelamat kebijakan dan regulasi serta mensosialisasikan dan memonitor pelaksanaannya. Saya rasa peran utama change agent yang disampaikan Ulrich kurang pas. Mungkin Ulrich harus melakukan lebih banyak observasi ke seluruh HR yang ada dan kondisi-kondisi yang terjadi di banyak organisasi.

(Christkaizen 2016……Inspired by Luc Gallopin-Organizational Change Practioner)

 

About christkaizen

change never happen without action

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

logo-komunitas-blogger-indonesia-border-hitam

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,091 other followers

MASYARAKAT PECINTA ALAM -BEKASI ADVENTURE TEAM (MPA-BAT)

Suka adventure, travelling, outdoor activity, disinilah tempatnya

Bekasi Adventure Team

Nunchaku Community -komunitas internasional nunchaku freestyler

Picture Of The Week

Belanja Produk Fesyen – Klik Link Di Bawah ini

%d bloggers like this: