
Hallow, sudah sekian lama christkaizen.com belum menerbitkan artikel atau tulisan. Penulis sedang fokus menjalankan hobi yang lainnya, yang tidak kalah serunya, dan memungkinkan untuk Cross Inspiration from Different “Things”. Kali ini, saya ingin membagikan sebuah pemikiran dan pandangan sebagai pemanasan untuk memulai tulisan dalam blog saya ini.
Sudah tidak asing lagi bagi perusahaan atau organisasi dalam melakukan Analisis Beban Kerja atau Work Load Analysis (ABK/WLA). Saya pakai istilah WLA saja ya….Banyak pertanyaan yang muncul ketika mendengar atau mengetahui sebuah perusahaan sedang melaksanakan WLA. Pertanyaan yang sering muncul di benak saya adalah “kenapa tidak dari awal, WLA dilaksanakan sewaktu perusahaan atau bisnis didesign?”. Mungkin jawaban yang sering saya dapat adalah “daripada tidak sama sekali, karena untuk mendorong efisiensi dan produktifitas, karena diwajibkan oleh aturan, karena akan menyusun standar grading atau skala upah”. Jadi kapan idealnya WLA dilaksanakan, bagaimana caranya, oleh siapa yang melakukan, dan 5W1H pertanyaan akan muncul.
Menurut keyakinan dan pemikiran saya….supaya tidak salah persepsi, dan bisa jadi bahan diskusi yang menarik. Apabila anda menemukan sumber belajar dari media lainnya yang lebih sesuai silahkan saja. Apalagi dengan AI enggine, banyak informasi yang bisa anda dapatkan terkait WLA ini. Saya hanya menuangkan ide atau pemikiran dengan sudut pandang yang mudah-mudahan berbeda supaya tetap sejalan dengan tagline christkaizen.com – Being Different Is Power –
saya breakdown mengenai pembahaana WLA ini dengan struktur 5W1H.
1. Who (Siapa)
Siapa yang seharusnya melaksanakan WLA? Pasti jawabnya ya bagian HRD atau HC, lebih spesifik biasanya bagian OD atau Organization Development. Itulah yang biasanya melaksanakan, makanya direkrut orang-orang atau karyawan yang mempunyai kemampuan melakukan WLA atau mempunyai kualifikasi yang menunjang pelaksanaan WLA.
Apakah hanya bagian tersebut saja yang seharusnya melaksanakan WLA. Kenapa tidak anda sendiri saja, sebagai Pelaku Proses, sebagai pelaksana tugas atau aktivitas. Kenapa tidak anda buktikan sendiri bahwa aktivitas kerja yang anda lakukan membutuhkan waktu, tenaga, pemikiran, keahlian dan sumber daya lainnya. Tools WLA yang dilakukan oleh HRD/HC adalah ingin mencatat untuk membuktikan bahwa anda beraktivitas yang menunjang bisnis perusahaan, baik sebagai pelaksana utama, maupun pelaksana pendukung. Jadi alangkah lebih baiknya, apabila anda sebagai pekerja bisa mendata sendiri, bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah penting bagi bisnis dan membutuhan tenaga anda, sehingga anda layak dibayar untuk itu. Buktikan sendiri bahwa waktu kerja anda adalah efektif, butuh effort, butuh keringat anda. WLA bukan kepunyaan HRD atau HC semata, tapi anda sendiri bisa lakukan, sehingga ketika anda yang melakukan WLA terhadap pekerjaan anda, anda sendiri sudah siap dengan jawaban data, fakta, dan bukti pendukung. Jadi filosofis siapa yang harus melakukan WLA, ya menurut keyakikan saya, semua orang dalam profesi, dalam bekerja di perusahaan maupun di organisasi seharusnya melakukan WLA, sehingga secara pribadi menyadiri sampai traf mana value atau nilai atau kontribusi diri terhadap pekerjaan yang dilakuakn dan sudah layak atau belum kah nilai kompensasi yang diterima.
Tapi ingat, dalam melakukan WLA secara personal atau individu, anda harus Fair atau Sportif, tidak mengada2. Gunakan tools WLA yang lazim digunakan. Pembobotan beban kerja dengan berbgai metode, penghitungan konsumsi waktu, sampai dengan output yang dihasilkan wajib anda perhitungkan berdasarkan unsur yang obyektif
Lalu siapa lagi yang yang idealnya melakukan WLA. Yang tidak kalah penting adalah para perintis bisnis, para pendiri perusahaan, para calon pebisnis atau pengusaha, baik skala mikro maupun yang sudah multinasional. Ini nanti dibahas di bagian When. Poin penting yang utama adalah pelaksana WLA, jangan batasi diri anda. Yuk lakukan WLA untuk pekerjaan anda sendiri.
2. What (Apa)
Apa yang dilakukan? ya WLA, lakukan analisis, lakukan pendataan, pencatatan, kumpulkan bukti pendukung terhadap segala sesuatu yang anda lakukan selama bekerja. Apa outputnya WLA? Temukan, bahwa anda adalah pekerja yang efektif dan produktif, anda butuh sekian banyak waktu untuk melakukan pekerjaan anda, anda berada dalam posisi atau level yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang geluti, anda memiliki kontribusi terhadap perusahaan. Dan Apa yang terpenting, adalah Anda dibutuhkan saat ini, di posisi saat ini, dan atas apa yang anda kerjakan saat ini.
Ingat Apa yang anda temukan ketika anda melakukan WLA secara mandiri, adalah sebagai dasar tindak lanjut kedepannya atas pengembangan diri anda sendiri terutama dalam hal karir. Jangan berharap hal yang besar tejadi pada anda, ketika apa yang anda temukan ternyata kurang berharga, dan bersiaplah untuk hal yang lebih besar apabila kontribusi anda ternyata sangat penting untuk perusahaan. Ingat…apa yang anda lakukan harus Fair dan Sportif.
3. When (Kapan)
Kapan melakukan WLA? ya saat ini, lakukanlah, tidak ada kata terlambat, semakin anda menunda, penyesalan akan mendekat perlahan. Banyak perusahaan yang baru melakukan WLA setelah bertahun-tahun berdiri. Bahkan ada perusahaan yang melakukan WLA secara berulang, karena perusahaan mengalami perubahan dalam proses, maupun ada perkembangan teknologi yang terbaru. Jadi belum terlambat bagi anda secara individu untuk melakukan WLA. Bisa jadi, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, ternyata pekerjaan yang anda lakukan saat ini sudah tidak relevan lagi, dan anda bisa direplace. who knows…?
Pola konvensional sebuah bisnis terbentuk adalah yang penting ada yang melaksanakan, ada yang mengeksekusi, berarti bisa jalan, tanpa memperhitungkan berapa sumber daya yang dibutuhkan, terutama dari sisi manpower. Ketika perusahaan menyadari bahwa biaya tenaga kerja semakin meningkat dan sangat sulit untuk diturunkan, baru perusahaan melakukan segala daya upaya untuk lebih efisien, lebih produktif, atau dengan cara lain dengan memanfaatkan celah-celah dalam peraturan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, penting sekali para pendiri bisnis untuk lakukanlah WLA, sebelum terlambat, yaitu pada saat perencanaan bisnis di awal. Buatlah penghitungan-penghitungan bisnis dengan pertimbangan WLA sebelum proses rekrutmen pertama kali dilakukan. Apabila bisnis anda skala kecil sd menengah, analisis beban kerja diperhitungkan untuk menentukan berapa kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan. Dengan WLA di awal sebagian proses penentuan Struktur Organisasi, Job description, dan proses lainnya secara beriringan anda lakukan di awal, sehingga perencanaan bisnis menjadi lebih metang, akurat, dengan mitigasi resiko yang tepat.
4. Where (Dimana)
Dimana anda melakukan WLA? di tempat anda bekerja saat ini, di tempat yang nantinya akan anda tuju untuk bekerja. Untuk melakukan WLA, maka lakukan itu di area kerja anda, dalam situasi apapun, dalam WFA maupun WFH.
5. Why (Mengapa)
bagi anda yang melakukan WLA secara personal, melakan WLA karena ini penting bagi kelangsungan posisi anda bekerja saat ini. Alasan mengapa perusahaan mengadakan WLA melalui HRD atau HC, untuk mengukur kebutuhan tenaga kerja, efektif atau tidak, efisien atau tidak, karena buat perusahaan yang dikejar adalah profit, dimana profit didapatkan dari omset dikurangin oleh biaya, dan biaya terbesar adalah biaya tenaga kerja termasuk anda. Biaya tenaga kerja yang semakin tinggi maka keuntungan bisa tergerus, apalagi kalau market sedang lesu. WLA menjadi salah satu dasar keputusan matematis perusahaan untuk merelokasi anda dari posisi saat ini baik relokasi ke internal maupun ke eksternal
6. How (Bagaimana)
Bagaimana cara melakukan WLA? bisa dengan cara yang mudah, atau yang kompleks. Untuk WLA bagi pekerjaan anda sendiri, gunakan cara yang sederhana saja terlebih dahulu. Sebagai contoh mulai dengan mengitung dan mencatat apa yang anda kerjakan dari waktu ke waktu dalam sehari dan apa outputnya, lalu dalam seminggu, lalu dalam sebulan, dan dalam setahun, tergantung profesi anda saat ini. Setiap profesi bisa memiliki output yang spesifik individu, atau output kontributif, karena ada beberapa orang dalam posisi yang sama. Perhitungkan juga besar kontribusi anda dalam tim, atau secara individu serta impactnya terhadap bisnis. Apabila hal ini bisa diperhitungkan dengan mudah, maka itu indikasi bahwa kontribusi anda terukur dan diketahui oleh perusahaan. Akan tetapi, apabila hal ini bagi anda sulit untuk mengukurnya, maka ukuran output atau kontribusi anda bias, dan rentan diperdebatkan atau dipermasalahkan. Konteks pengukuran ini dalam aspek finansialnya yah, atau faktor lain yang utama relevan untuk eksistensi, stabilitas, dan perkembangan perusahaan, seperti misalnya faktor Keselamatan Kerja. Apabila anda bekerja sebagai staff K3 dan peran anda sangat penting dalam safety supaya tidak ada kecelakaan kerja, maka secara WLA, posisi anda dibutuhkan.
Untuk WLA yang lebih kompleks, anda bisa menemukan di sumber media lainnya. Di Google, Youtube, bahkan dengan AI, sekarang bisa anda dapatkan tentang bagaiman cara melakukan WLA. Banyak juga buku yang menjelaskan Analisis Beban Kerja dengan lengkap.
Sebagai penutup di tulisan saya ini, Analisis Beban Kerja merupakan sebuah metode yang dapat dilakukan oleh semua orang untuk mengukur sejauh mana beban kerja anda sehingga berawal dari Analisis Beban Kerja maka anda dapat menentukan langkah apa yang bisa anda lakukan terhadap pengembangan karir anda kedepannya
Semoga Bermanfaat
Salam Sukses
Chriskaizen.com (Mei 2026)




Discussion
No comments yet.