Articles, Human Capital Development, Impondarable, Management, New Article

Teorema Ikatan Kimia Organisasi – Sekilas Tinjauan Employee Engagement

Organisasi seperti senyawa yang terdiri dari unsur-unsur yang dipersatukan dengan ikatan-ikatan. Disini saya tidak membahas menganai jenis senyawa atau unsur. Tetapi fokus kepada jenis ikatannya.

Ikatan dalam organisasi bisa terjadi dalam dua kemungkinan seperti

Ikatan ion dimana terjadi perbedaan elektronegativitas yang sangat besar diantara unsur-unsur pembentuknya. Antara unsur yang satu memberi elektron dan unsur yang lain menerima elektron. Unsur logam yang cenderung menjadi pemberi elektron dan unsur nonlogam yang cenderung menerima elektron.
Ikatan seperti ini di dalam organisasi, seperti pemilik perusahaan yang merupakan unsur logam, memberikan upah. Sedangkan pekerja/karyawan sebagai unsur non logam yang menerima upah. Apabila salah satu unsur hilang, maka tidak terbentuk sebuah senyawa atau organisasi. Tanpa Karyawan, Perusahaan tidak bisa memberikan upah, dan tanpa perusahaan, tidak dapat menerima upah. Artinya tidak terbentuk organisasi atau senyawa yang memiliki fungsi. Ibarat NaCl mempunyai fungsi senyawa garam natrium, ketimbang berdiri sendiri sebagai Na+ atau Cl-.

Dalam ikatan ion, semakin kuat unsur pemberi elektron dan semakin kuat unsur penerima elektron, maka semakin kuat ikatan yang terjadi. Siapa yang tidak betah bekerja di perusahaan yang memberikan gaji yang besar. Penyatuan unsur ini membutuhkan energi yang besar dan hal tersebut juga membutuhkan energi yang besar untuk memisahkannya.
Mengapa masih ada Karyawan yang memilih keluar dari organisasinya seperti unsur yang memilih memisahkan diri dari senyawanya? Dalam ikatan ion, semua unsur yang bergabung melaui ikatan ion memenuhi kaidah oktet untuk bergabung membentuk senyawa. Wah apalagi tuh kaidah oktet….Artinya Na cukup melepaskan satu elektron, dan Cl cukup menangkap satu elektron untuk membentuk senyawa NaCl, tidak kurang dan tidak lebih.
Ikatan ion dalam organisasi dapat meraih kestabilan dan kekuatan apabila si pemberi kerja memberikan cukup atau sesuai dan penerima kerja menerima cukup atau sesuai. Apabila tidak seimbang, maka ikatan ion yang kuat tidak tercapai. Artinya dalam ikatan ini cukup = puas dan menjadi enggage atau terikat

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang berisi elektron tunggal. Dan kedua orbial tersebut saling tumpang-tindih (overlap) sehingga sebuah pasangan elektron terbentuk, kemudian dipakai secara bersama oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam.
Berbeda dengan interaksi elektrostatik (“ikatan ion”), kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik.
Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen.

Nah nih lebih susah lagi. Ternyata tidak semua unsur yang berikatan take and give one by one, ternyata ada yang memanfaatkan elektron secara bersama-sama. Contoh atom H melepaskan 1 elektron untuk memenuhi aturan oktet sedangkan N membutuhkan 3 elektron sehingga kalau dimanfaatkan secara bersama-sama maka dapat membentuk ikatan NH3 yang stabil.
Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. Dalam model ini, setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan.
Dengan menggunakan mekanika kuantum, adalah mungkin untuk menghitung struktur elektron, aras energi, sudut energi, jarak ikat, momen dipol, dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. Untuk molekul-molekul kecil, perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika.

Kestabilan ikatan kovalen sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Hal ini diharuskan karena karakteristik atom-atom dari unsur non logam yang sangat bervariasi.
Pada organisasi yang dibentuk dari unsur-unsur yang secara karakter berbeda haruslah memenuhi syarat yang dapat memfasilitasi perbedaan, seperti struktur, energi, jarak, spektrum. Memang sangat kompleks dan bervariasi. Dalam kompleksitas ini diperlukan adanya energi untuk fokus dalam menanggulangi perbedaan dengan memasukkan faktor-faktor yang analogis dengan ikatan kovalen.

Contoh ikatan kovalen dalam senyawa air atau H2O sangat kuat. karena ada pemanfaatan 2 elektron secara bersama-sama dan ada struktur hibridisasi yang membentuk sudut sekitar 104 – 105 derajat membentuk huruf “v”, dengan panjang ikatan 0,9584 angstrom. Artinya jika hal tersebut tidak dipenuhi, atau ada intervensi energi maka struktur ikatan akan terlepas. Dalam kondisi yang stabil, struktur air menjadi kuat.

Dalam organisasi, yang ingin memiliki ikatan yang enggage seperti dalam ikatan kovalen harus memperhatikan banyak aspek, tidak hanya aspek upah atau uang semata. Struktur atau Career Path, Interaksi komunikasi antar sesama pekerja, kondisi lingkungan, dan lain-lain berpengaruh terhadap seberapa besar pekerja betah dan terikat dengan organisasi atau perusahaan. Dalam organisasi yang kompleks, setiap aspek harus mempunyai treatment yang khusus, bahkan per individu. Tidak selalu berlaku secara umum seperti pada ikatan ion, yaitu faktor upahnya atau uang saja. Hal ini bisa dibuktikan, bahwa ada orang yang dapat gaji besar dari sebuah perusahaan tapi tetap memutuskan mengundurkan diri. Tapi ada juga orang yang gajinya kecil, tetap bertahan di sebuah perusahaan.

Level of enggagement atau derajat keterikatan seseorang terhadap organisasinya tidak berlaku umum, tapi berlaku khusus. Dimana semakin tinggi level of enggagement sebuah perusahaan, maka treatment khusus per individu semakin meningkat. Organisasi dengan level of enggagement sangat tinggi pastilah organisasi tersebut sangat memperhatikan secara individu sesuai dengan porsi dan kebutuhannya, tidak hanya uang, tapi lingkungan, kondisi, motivasi, bahkan perasaan.
Dengan Personal treatment khusus maka orang akan semakin berkomitmen terhadap organisasinya dan pada akhirnya dapat mencapai tujuan organisasi.

(Christkaizen; 2016)

About christkaizen

change never happen without action

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

logo-komunitas-blogger-indonesia-border-hitam

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,091 other followers

MASYARAKAT PECINTA ALAM -BEKASI ADVENTURE TEAM (MPA-BAT)

Suka adventure, travelling, outdoor activity, disinilah tempatnya

Bekasi Adventure Team

Nunchaku Community -komunitas internasional nunchaku freestyler

Picture Of The Week

Belanja Produk Fesyen – Klik Link Di Bawah ini

%d bloggers like this: