Training & Development

Tips Training

Persiapan Training

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum training dimulai. Hal-hal tersebut adalah:

  • • TOR, yang meliputi identitas training (judul, tema, tempat, tgl, waktu, dsb), hasil TNA,
  • Tujuan Training, Latar Belakang Peserta (usia, pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, dsb),
  • Rundown Acara, Kebutuhan alat-alat, kontak person / komunikasi dan hal-hal penting
  • • Materi & games (slide, modul, SOP, worksheet & file lainnya)
  • • Kesiapan SDM (Tim Trainer: trainer, co trainer, fasilitator, & tim teknis). Kalau perlu diadakan role play H – 3.•
  • Alat-alat (multimedia, LCD, layar, speaker aktif, microfon, laptop, kabel, alat permainan, bahan training dsb)•
  • Fasilitas pendukung: tempat, konsumsi, transportasi, pencahayaan, suhu, dokumentasi,sertifikat dsb

Beberapa Materi Training.

Materi training bisa berupa materi hard-skill, bisa juga materi soft-skill. Contoh materi hard-skill adalah skill berbahasa asing, komputer, IT, menjahit, mengoperasikan mesin, produk knowledge dan semacamnya. Materi soft-skill yang umum adalah Achievement Motivation, Komunikasi Efektif, Public Speaking, Leadership, Teamwork, Entrepreneurship, Coaching Skill, Pengenalan Diri, Time Management, Relationship, Skill Menjual, Skill Negosiasi, dan semacamnya.

Evaluasi & Pengukuran Efektifitas Training

Efektifitas training bisa dilakukan dengan memberikan pre test 8 post test. Test tersebut dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan training. Efektifitas training juga bisa diukur dengan post test saja untuk materi training tertentu yang pesertanya memang tidak tahu materi yang ditrainingkan. Contohnya adalah pelatihan product knowledge beserta harganya yang baru. Asumsinya para peserta pelatihan belum mengetahui materi yang ditrainingkan. Jadi post test bisa mengukur seberapa jauh peserta memahami pengetahuan produk dan harga baru tersebut. Akan tetapi, perlu diperhatikan agar hati-hati dalam berasumsi pada pengetahuan peserta training. Bisa jadi peserta training sudah tahu atau bahkan lebih tahu. Untuk evaluasi kesuksesan acara dan kepuasan peserta bisa dilakukan oleh tim penilai dengan mengobservasi reaksi peserta saat acara dan mencatat perilaku mereka. Bisa juga menggunakan metode checklist dalam observasi ini. Selain itu bisa memberikan survey kepuasan peserta training di akhir acara atau wawancara untuk testimony.

Beberapa Pertanyaan Seputar Training.

Bagaimana menghadapi demam panggung (grogi, ingatan tiba-tiba hilang, dsb) ?

Belajarlah mengatur pernafasan dengan baik. Trainer bisa belajar menggunakan pernafasan perut. Tak ada yang perlu ditakutkan. Semua manusia sama dan punya kelemahan. Manusia adalah makhluq yang lemah. Berdoalah kepada Tuhan. Jangan perfeksionis. Lakukan yang terbaik. Semakin terbiasa (sering) seorang trainer menghadapi massa, tentu demam panggung akan menurun dengan sendirinya walaupun rasa grogi itu pasti ada di awal.

Bagaimana mengkondisikan peserta dan menghadapi peserta yang tidak antusias?

Peserta yang bersikap negatif, memberontak, skeptis, kritis, pesimis, tidak antusias, atau dengan kata lain menunjukkan sikap yang tidak diinginkan oleh trainer merupakan ujian sekaligus pembuktian seberapa bagus kualitas seorang trainer. Jika menghadapi peserta yang seperti itu, bersabarlah dan jangan mudah terpancing (marah). Fahami baik-baik peserta training. Ingat prinsip individual differences. Setiap manusia punya kecenderungan yang berbeda, pendapat yang berbeda, sikap yang berbeda, gaya belajar yang berbeda, latar belakang yang berbeda, dan perbedaan lainnya. Skill trainer dalam menghargai setiap perbedaan dan mengelola perbedaan itu penting. Bagi peserta yang memberontak, cobalah untuk memberikan tantangan. Bagi peserta yang pasif, tidak antusias dan malas-malasan, sebetulnya mereka mendengarkan Anda. Berilah perhatian, motivasi, dan kesempatan mencoba. Namun jangan terlalu memaksakan mereka. Seorang trainer yang memahami konsep kepribadian dan mampu membaca kepribadian peserta, tentu akan lebih mudah dalam menghadapi situasi seperti ini.

Bagaimana menjaga semangat dan stamina diri serta peserta training selama acara?

Menjaga semangat dan stamina bisa berhubungan dengan faktor psikis dan fisik. Faktor psikis bisa disiasati dengan autosugesti ataupun sikap positif. Bagaimana dengan faktor fisik? Bagi trainer, menjaga fisik adalah hal yang penting. Namun bagaimana dengan peserta? Trainer harus mampu meningkatkan energy peserta dengan memanipulasi posisi dan gerakan fisik mereka. Dudukberjam-jam membuat lelah dan menurunkan semangat. Cobalah posisi aktif seperti berdiri, berjalan dan gerakan-gerakan ringan lainnya. Di sini ice breaking dan aneka games bisa dilakukan.

Bagaimana menghadapi pertanyaan yang sulit dari peserta?

Ada pertanyaan-pertanyaan yang ternyata tidak bisa kita jawab. Bagaimana cara mengatasinya? Perlu dilihat apakah pertanyaan itu relevan dengan materi training, cukup penting, dan semacamnya? Jika tidak abaikan. Kalau ya Anda harus menghadapinya. Coba ajukan ke peserta lain pertanyaan itu sementara Anda memikirkan jawabannya. Kalau terpaksanya tidak ada yang tahu dan Anda juga tidak menemukan jawabannya, Anda harus minta maaf pada mereka, berjanji mencarikan jawabannya, dan memberikan jawaban itu di lain kesempatan. Anda sebetulnya bisa saja membuat jawaban yang menyimpang. Namun, Anda telah menyelamatkan muka dengan mengorbankan peserta. Suatu saat kredibilitas Anda akan tercoreng jika mereka mengetahui jawaban yang benar. Jadi, sebaiknya Anda yang berkorban. Lebih baik lagi jika Anda mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum acara dimulai. Itu bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara menyusun modul / materi training?

Sebetulnya diperlukan ilmu, kreatifitas dan keterampilan tersendiri untuk menyusun sebuah modul training. Menyusun modul adalah melakukan komunikasi tulisan. Komunikasi tulisan sangat berbeda dengan komunikasi lisan. Komunikasi tulisan sebaiknya sederhana, mudah difahami, ringkas, tidak bertele-tele, sistematis, serta menyeret pembaca ke alam visualisasi tulisan.

About christkaizen

change never happen without action

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

logo-komunitas-blogger-indonesia-border-hitam

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,091 other followers

MASYARAKAT PECINTA ALAM -BEKASI ADVENTURE TEAM (MPA-BAT)

Suka adventure, travelling, outdoor activity, disinilah tempatnya

Bekasi Adventure Team

Nunchaku Community -komunitas internasional nunchaku freestyler

Picture Of The Week

Belanja Produk Fesyen – Klik Link Di Bawah ini

%d bloggers like this: